Monday, January 22, 2024

Membangun Karakter

 Disiplin diri merupakan hal penting dalam setiap upaya membangun dan membentuk karakter seseorang ,

sebuah organisasi , dan sebuah masyarakat bangsa. Sebab dalam hubungannya  dengan seseorang karakter mengandung pengertian (1) suatu kualitas positif yang ndimiliki seseorang, sehingga membuatnya menarik dan atraktif ; (2) reputasi seseorang dan (3) seseorang yang unusual atau memiliki kepribadian yang eksentrik.

Dalam kamus Poerwadarminta, karakter diartikan sebagai tabiat; watak; sifat-sifat kejiwaan, akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang daripada yang lain.

Dengan pengertian di atas dapat dikatakan bahwa membangun karakter (character building)

adalah proses mengukir atau memahat jiwa sedemikian rupa, sehingga "berbentuk" unik,menarik,

dan berbeda atau dapat dibedakan dengan orang lain. Ibarat sebuah huruf dalam alfabet yang tak

pernah sama antara yang satu dengan yang lain, demikianlah orang-orang

yang berkarakter dapat dibedakan satu dengan yang lainnya (termasuk dengan yang tidak/belum

berkarakter atau "berkarakter"tercela).

Kalimat itu boleh jadi merangkum sejarah hidupnya yang sangat inspirasional.Lewat perjuangan

panjang dan ketekunan yang sulit dicari tandingannya, ia kemudian menjadi salah seorang

pahlawan besar dalam sejarah Amerika yang mendapatkan berbagai penghargaan di tingkat

nasional dan internasional atas prestasi dan pengabdiannya (lihat homepage

www.hki.org).Helen Keller adala1 model manusia berkarakter(terpuji).

Dan sejarah hidupnya mendemonstrasikan bagaimana proses membangun karakter itu

memerlukan disiplin tinggi karena tidakpernah mudah dan seketika atau instant. Diperlukan

refleksi mendalam untuk membuat rentetan moral choice (keputusan moral) dan itindaklanjuti

dengan aksi nyata sehingga menjadi praksis,refleksi,dan praktik. Diperlukan sejumlah waktu

untuk membuat semua itu menjadi custom (kebiasaan)dan membentuk watak atau tabiat

seseorang.

Demikianlah makna penting sebuah karakter dan proses pembentukkannya yang tidak pernah

mudah melahirkan manusia-manusia yang tidak bisa dibeli.Ke arah yang demikian itulah

pendidikan dan pembelajaran --termasuk pengajaran di institusi formal dan pelatihan di institusi

non-formal--seharusnya bermuara, yakni membangun manusia-manusia berkarakter

(terpuji),nanusia-manusia yang memperjuangkan agar dirinya dan orang-orang yang dapat

dipengaruhinya agar menjadi lebih manusiawi, menjadi manusia yang utuh atau memiliki

integritas.

No comments:

Post a Comment

Sang Pencerah Full Movie (2010)

 merupakan film yang bertema  pembaharuan Islam . Film ini menggambarkan perjuangan Ahmad Dahlan dalam mengembalikan Islam menjadi agama yan...